Dalam rangka mendukung terwujudnya Kota Pekalongan sebagai Kota Layak Anak, Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak atau DPMPPA melatih Forum Anak Kota Batik setempat untuk menjadi pelapor dan pelopor manakala terjadi kekerasan anak di Lembaga Perlindungan, Perempuan, Anak dan Remaja atau LPPAR pada Minggu 31 Maret.
Kepala Dinas DPMPPA melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Eki Moerjani Dyah Trikora,mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melatih anak-anak agar mereka dapat memberikan edukasi dan menyalurkan informasi peran mereka kepada teman sebayanya.
Eki menjelaskan anak-anak dibekali dengan pemahaman baik teori maupun praktek mengenai isu-isu terkini permasalahan yang dialami anak seperti penggunaan gadget,bullying dan permasalahan anak lain.
Eki menambahkan keterlibatan peran Forum Anak tersebut merupakan upaya untuk mendukung terwujudnya Kota Pekalongan menjadi Kota Layak Anak(KLA) dimana 24 indikator KLA yang terdiri dari 5 kluster wajib dipenuhi.
Sementara itu, Ketua Fantatik,Najdan Achmada, menjelaskan Forum Anak merupakan organisasi yang dinaungi oleh LPPAR yang terdiri dari anak-anak yang berdomisili di Kota Pekalongan. Saat ini,menurutnya Fantatik telah beranggotakan 10-15 orang.
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-113 Kota Pekalongan,menurut Mada Fantatik sedang menyusun kado atau hadiah yang ditunjukkan untuk Walikota berisikan impian dari Forum Anak yang mewakili seluruh anak di Kota Pekalongan melalui sebuah video kreatif buatan mereka sendiri. (Tim Komunikasi Publik)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 4542 |
Pengunjung Online |
: | 1 |