Hingga akhir tahun 2018 lalu jumlah santri mukim di sejumlah pondok pesantren di Kota Pekalongan mencapai sebanyak 5.530an orang.
Disampaikan oleh Kepala Seksi Keagamaan Kantor Kementrian Agama Kota Pekalongan M. Nadhif jumlah tersebut selalu mengalami perubahan.
Kepada Radio Kota Batik, M. Nadhif mengungkapkan jumlah santri yang menuntut ilmu di 32 pondok pesantren di Kota Batik harus selalui diperbaharui mengingat karakteristik mereka yang terkadang tidak betah berada di pesantren hingga kemudian memilih untuk kembali ke rumah.
M. Nadhif menambahkan untuk tahun 2019 ini pihaknya telah menverifikasi Pondok Pesantren baru yakni Ponpes Ismailiyah di Banyurip, meski secara administratif baru diselesaikan namun ternyata jumlah santri sudah cukup banyak.
Selain itu untuk Ponpes Al Qur’an Banyurip yang meskipun secara administratif belum diproses, namun telah diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah. (Tri Handayani - Regina)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4926 |
Hits Hari ini |
: | 2659 |
Pengunjung Online |
: | 1 |