Untuk mewujudkan pembangunan kawasan terpadu, terarah dan berkelanjutan, Pemkot Pekalongan mulai melakukan penataan bangunan dan lingkungan kawasan Krapyak,Kecamatan Pekalongan Utara sebagai Kawasan Wisata Perairan Berbasis Kearifan Lokal.
Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman atau Dinperkim setempat, Muhammad Wisnu Nugroho, mengatakan beberapa hal yang dilakukan antara lain pematokan bidang tanah yang terdampak serta menyusun rancangan DED.
Wisnu meenjelaskan, ada dua fokus yang akan dikerjakan dari penataan kawasan Krapyak, diantaranya dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi atau Pusdataru, Provinsi Jawa Tengah dalam menata kawasan Kali Loji dan Dirjen Cipta Karya Kementrian PU yang bertugas dalam mengatasi permukiman.
Menurut Wisnu, Pemkot telah menyiapkan anggaran pada tahun 2019 ini sebesar 3,5 miliar untuk pembebasan bidang tanah dan bangunan. Selain itu, Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah juga telah menetapkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar.
Dari DED yang dibuat Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, pembuatan tanggul normalisasi Kali Loji sepanjang 1,5 kilometer akan dimulai dari sisi utara Krapyak yakni Jalan Mahakam hingga Taman Jlamprang.Dari pihak Provinsi setiap tahunnya hanya mampu mengerjakan sepanjang 200 meter saja, sehingga jika dihitung akan membutuhkanya waktu selama 7 tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Wisnu menambahkan, untuk mencegah luapan sungai, nantinya Kali Loji akan dilebarkan sekitar 25 meter. Setelah itu dipasang site pile yang berfungsi seperti tanggul, kemudian dari parapet kurang lebih memiliki lebar 3 meter yang didesain seperti tempat duduk dan akan dibuat berundak, kemudian akan dibangun jalan inspeksi selebar 6 meter. (Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4965 |
Hits Hari ini |
: | 1607 |
Pengunjung Online |
: | 1 |