Meskipun peluang bisnis kaos printing dengan digital atau mesin semakin tinggi namun untuk pemasaran produknya di Kota Pekalongan belum cukup diminati.
Kepada Radio Kota Batik Owner Enzo Cafedia Muhtar mengatakan bahwa produksi kaos printing digitalnya lebih banyak diminati oleh pasar luar kota.
Hal ini menurut Muhtar karena pasar lokal masih butuh proses untuk edukasi sebab masih banyak orang yang belum tahu perbedaan antara printing digital dan printing manual .
Muhtar menjelaskan konsumen dari produknya 45 % berasal dari Jabodetabek Bandung sekitar Jawa Tenga dan Jawa Timur bahkan ada juga yang berasal dari luar provinsi yaitu Sumatera Utara dan Makassar serta Manado.
Sementara itu untuk momen – momen ramai pemesanan biasanya pada masa liburan yakni bulan Juni Juli hingga Januari yang biasanya digunakan untuk acara gathering perusahaan kantor sekolah dan kaos keluarga. (Lissa - Regina)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 199 |
Pengunjung Online |
: | 1 |