Rob yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Pekalongan dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan oleh warga karena lama surutnya / terjadi bukan karena adanya fenomena atau siklon cuaca.
Hal itu disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Tegal Hendi Andriyanto.
Kepada Radio Kota Batik Hendi Andriyanto mengungkapkan dari analisa yang ada pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai antara 1,25 hingga 2,5 meter, cenderung mendorong air laut masuk ke darat sehingga menambah ketinggian robnya.
Menurut Hendi untuk Selasa 23 April rob tertinggi terjadi pada pukul 13.14 dengan ketinggian 0,9 meter sementara Rabu 24 April terjadi pada pukul 14.00 dan 15.00 dengan ketinggian 1 meter.
Masyarakat dihimbau pula untuk bisa terus mengupdate peringatan dini dari BMKG Semarang yang mendesiminasi kepada Badan Pengendalian Bencana Daerah BPBD di masing-masing kabupaten-kota. (Tri Handayani - Regina)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4921 |
Hits Hari ini |
: | 2312 |
Pengunjung Online |
: | 1 |