Gethuk lindri sepanjang 350 meter memeriahkan tradisi syawalan di Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada Selasa 11 Juni.
Tradisi gethuk lindri terpanjang ini selalu menarik perhatian masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Bahkan tahun 2019 ini adalah tahun ke 8 digelarnya tradisi syawalan gethuk lindri di wilayah setempat.
Wakil Ketua Penyelenggara Zaenal Mustakim mengatakan proses pembuatan gethuk lindri ini dilaksanakan sejak Senin 10 Juni yang melibatkan 200 orang.
Dalam pembuatannya menurut Zaenal menghabiskan 1,5 ton ketela pohon, 200 butir kelapa, 80 kg gula jawa dan 10 kg gula pasir.
Zaenal Mustakim menambahkan ide awal adanya tradisi ini dari para pemuda gang 9 Desa Ambokembang pada tahun 2011. Para pemuda menginginkan agar makanan tradisional tetap eksis dan memanfaatkan hasil bumi.
Sementara itu salah satu pengunjung Sriyati warga Prawasan Timur Kedungwuni mengaku tertarik untuk melihat langsung gethuk lindri yang panjang tersebut karena unik dan sudah menjadi tradisi. (Regina)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 2250 |
Pengunjung Online |
: | 1 |