Setelah hanya 40 persen saja pengrajin Batik yang tergabung dalam Serikat Pengrajin Batik Pasirsari atau Serbapas berproduksi, saat ini sebagian lainnya mulai aktif kembali.
Ketua Paguyuban Serbapas, Shodikin HS mengatakan, sebelum ada pandemi covid-19 melanda, ada sebanyak 105 hingga 110 pengrajin berpoduksi. Namun mengalami penurunan hingga 60 persen atau hanya 40 persen saja yang masih memproduksi batik saat pandemi terjadi.
Namun, menurut Shodikin, setelah hari Raya Idul Fitri dan memasuki adaptasi kebiasaan baru, segaian pengrajin yang tidak berproduksi mulai bangkit kembali, dengan jumlah antara 80 hingga 90 pengrajin.
Shodikin menambahkan,90 persen pengrajin ‘Serbapas’ ini mengerjakan batik rayon, dimana hasil produksinya 70 persen dipasarkan di wilayah Pekalongan raya. (Regina)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4916 |
Hits Hari ini |
: | 6009 |
Pengunjung Online |
: | 1 |