Pemkot Pekalongan telah mengusulkan adanya penambahan kuota elpiji bersubsidi di tahun 2022, sebesar 14.497 Metrik Ton, sebagai kuota reguler.
Usulan tersebut, dilayangkan berdasarkan data penduduk miskin, data UMKM kecil dan data nelayan di Kota Pekalongan, yang menjadi indikator jumlah pengusulan.
Kabag Perekonomian Setda Pemkot Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan mengatakan, usulan sebesar 14.497 Metrik Ton itu jika dikonversi dalam jumlah tabung, maka usulan di tahun 2022 adalah alokasinya sebanyak 402.694 tabung per bulan.
Jumlah itu diperkirakan naik 10 persen dari kuota elpiji subsidi 3 kilogram di tahun 2021, yang sebesar 13.918 Metrik Ton, atau jika dikonversi adalah ebanyak 386.661 tabung per bulan.
Pihaknya menjelaskan, kuota 2022 Pemkot memang belum mendapatkan informasi lebih lanjut, dan biasanya dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah akan memberi surat pemberitahuan di pertengahan Feburari 2022.
Menurut Betty, jika melihat alokasi tabung gas melon di tahun 2021 memang dinilai masih mencukupi, terbukti kasus kelangkaan gas elpiji bersubsidi juga masih kondusif.
Hanya saja, Betty mengungkapkan, yang menyebabkan kadang alokasi itu terasa kurang, atau langka adalah bukan karena jumlahnya melainkan disebabkan kepanikan masyarakat terhadap isu tertentu, seperti hari besar dan hari raya sehingga mereka membeli tidak sesuai kebutuhan. (Kharisma - Regina)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4867 |
Hits Hari ini |
: | 7362 |
Pengunjung Online |
: | 1 |