
Hujan deras yang masih mengguyur wilayah Pantura Pekalongan meski sudah memaski musim kemarau, karena adanya gangguan sirkulasi udara serta Lanina yang agak menguat, sehingga menambah pasokan uap air di udara sehingga menyebabkan turunnya hujan.
Prakirawan BMKG Tegal, Hendy Andriyanto, mengatakan posisi Lanina saat ini berada di posisi antara lemah dan moderat, yang dampaknya bisa menyebabkan meningkatnya uap air penyebab hujan.
Menurut Hendy, awan kumulunimbus pun menyertai, sehingga potensi kilat maupun petir juga perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Kepada Radio Kota Batik, Hendy mengungkapkan, cuaca seperti saat ini diprediksi menyambung hingga memasuki musim penghujan, hingga intensitas hujan menjadi lebih lebat dibanding cuaca hujan pada umumnya.
Hendy menambahkan, sedangkan kondisi gelombang laut jawa masih tergolong normal, antara 0,5 hingga 1,5 meter. Sedangkan di laut selatan sudah peringatan, sebab tinggi gelombang antara 4 hingga 5 meter, sehingga membahayakan untuk pelayaran.
(Tri Handayani – Dirhamsyah )







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4896 |
Hits Hari ini |
: | 2585 |
Pengunjung Online |
: | 1 |