Dunia fashion dinilai menjadi penyumbang limbah paling besar saat ini. Guna mengurangi dampak tersebut, muncul istilah sustainable fashion, atau fashion yang berkelanjutan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Muda pada Dinparbudpora Kota Pekalongan, Passatimur Fajar Dewa menjelaskan, sustainable fashion merupakan pemilihan pakaian, dengan mempertimbangkan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Fashion berkelanjutan bisa diterapkan melalui berbagai cara, di antaranya menggunakan bahan ramah lingkungan, atau pun meminimalisir bahan sintetis lainnya. Selain itu, memilih pakaian berkualitas bagus, agar dapat digunakan dalam jangka panjang, memakai sisa pola bahan, untuk dibuat pakaian baru, dengan kreativitas yang diinginkan.
Bagian terpenting lainnya, merawat pakaian secara baik dan benar, dan memperbaiki kerusakan dengan hati-hati. Hal tersebut akan menambah masa penggunaan pakaian yang dimiliki.
Dewa menambahkan, melalui sustainable fashion, setiap orang melakukan praktik mode, tanpa meninggalkan estetika, dan tanggungjawab terhadap lingkungan, serta diharapkan mampu memberikan kenyamanan, dan meningkatkan kesejahteraan manusia. (Ula - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4959 |
Hits Hari ini |
: | 3687 |
Pengunjung Online |
: | 1 |