Operasi pasar murah yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBi) Tegal, di Kabupaten Kota se eks-Karasidenan Pekalongan, dinilai efektif menurunkan inflasi.
Tercatat, inflasi yang sebelumnya berada pada angka 7,18 persen, turun secara Year on Year di angka 6,63 persen.
Kepala KPwBi Tegal, Taufiq Amrozy mengatakan, jika pasar murah dilihat dari sisi jumlah produk yang dijual, dibandingkan jumlah penduduk, pasti terbilang kecil.
Namun menurutnya, yang perlu dipahami adalah, dengan adanya pasar murah ini, akan membuat masyarakat mengerti, bahwa pemerintah hadir, dan stok kebutuhan tetap ada, sehingga menghilangkan rasa kekhawatiran.
Taufiq menambahkan, dengan psikologis masyarakat yang merasa aman dan tidak cemas, maka panic buying yang bisa menimbulkan kelangkaan stok, dan harga melambung, tidak terjadi.,(Kharisma- Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4856 |
Hits Hari ini |
: | 3158 |
Pengunjung Online |
: | 1 |