.jpeg)
Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya batik, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan akan mulai menerapkan kurikulum muatan lokal batik, di tahun ajaran baru 2024,2025.
Untuk memaksimalkan implementasi mulok tersebut, 20 lembaga PAUD akan mengikuti tahapan uji coba, pada Februari 2024 mendatang.
Kepala Bidang PAUD dan PNF, Sherly Imanda Hidayah menjelaskan, batik sebagai warisan budaya, wajib dilestarikan agar tetap dapat dinikmati oleh generasi di masa yang akan datang. Sehingga, dimulai dari anak-anak usia dini, harus dikenalkan tentang sejarah, bentuk hingga proses membatik.
Sementara itu, pengawas PAUD, Alip Uji Leksono menuturkan, adanya kurikulum mulok batik ini bisa dijadikan pedoman bagi pendidik, untuk memberikan edukasi tentang batik bagi anak usia dini. Selain teori juga akan diadakan praktek sesuai dengan tema yang ada seperti membantik dengan canting tulis maupun cap.
Alip menambahkan, pada tahun ajaran 2024,2025 mulok batik, akan diterapkan di 270an lembaga PAUD baik non formal maupun formal se-Kota Pekalongan. (Irva - DIrhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4881 |
Hits Hari ini |
: | 2867 |
Pengunjung Online |
: | 1 |