
Di Kota Pekalongan banyak usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan tekstil atau pakaian yang disebut garmen. Keberadaan garmen tersebut dilihat sebagai potensi yang cukup baik untuk menyerap tenaga kerja. Bersama dua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yakni LPK A'Nur Landungsari dan LPK Nisfisano Krapyak, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan menggelar pelatihan kerja salah satunya pelatihan menjahit.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan menjelaskan pelatihan yang digelar secara rutin ini ditujukan agar masyarakat Kota Pekalongan memiliki keahlian khusus. Sebab saat ini kesempatan kerja yang ada semakin sedikit. Akan tetapi yang membutuhkan kerja semakin banyak.
Sementara itu pengelola LPK A'Nur, Mugiono mengatakan kompetensi menjahit membawa peluang besar karena banyak garmen besar dan wirausaha konveksi mandiri yang tumbuh di Kota Pekalongan.
Mugiono menambahkan pihaknya sudah melaksanakan perjanjian dengan sejumlah garmen besar dan konveksi rumahan serta banyak lulusan pelatihan kerja yang terserap. Ia berharap dengan potensi yang ada dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan. (Dea - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4856 |
Hits Hari ini |
: | 472 |
Pengunjung Online |
: | 1 |