
Bisnis kepariwisataan nampaknya masih menjadi PR besar bagi Kota Pekalongan. Seperti diakui Kepala Bagian Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pekalongan, Cucut Suranto hingga saat ini sektor kepariwisataan di Kota Pekalongan belum optimal digarap.
Cucut menjelaskan selamaa ini fluktuasi okupansi hotel di Kota Pekalongan cenderung dipengaruhi oleh aktivitas bisnis daripada wisata. Hal itu dapat dilihat melalui pengaruh proyek pembangunan pembangkit listrik di Batang.
Cucut menuturkan angka okupansi hotel di Kota Pekalongan selama proyek pembangunan pembangkit listrik itu dikerjakan naik secara signifikan. Sebaliknya setelah proyek tersebut selesai angka okupansi hotel di Kota Pekalongan kembali turun. Kecenderungan tersebut menurut Cucut mengindikasikan bahwa okupansi hotel di Kota Pekalongan lebih dipengaruhi oleh aktivitas bisnis dibandingkan kunjungan wisata.
Lebih lanjut Cucut mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan yang berhasil menggelar berbagai kegiatan untuk mendukung sektor pariwisata. Salah satunya festival kuliner yang berjejaring dengan sejumlah daerah di kawasan Pantura hingga Jawa Timur.
Cucut berharap keragaman kegiatan yang menjadi daya dukung kunjungan wisata tersebut dapat mengangkat Kota Pekalongan sebagai kota tujuan wisata. Dengan begitu okupansi hotel di Kota Pekalongan tidak hanya bertumpu pada sektor bisnis. (Ribut - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4870 |
Hits Hari ini |
: | 7608 |
Pengunjung Online |
: | 1 |