
Sebanyak 50 pelajar TK/RA se-Kota Pekalongan mengikuti lomba nyolet yang digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan di halaman Museum Batik, Selasa (17/9). Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian untuk memeriahkan Hari Batik Nasional (HBN) 2024.
Juri Lomba Nyolet, Tamakun menjelaskan selain memeringati HBN 2024, lomba ini juga bertujuan untuk mengenalkan batik kepada generasi muda dan melestarikan batik sebagai warisan budaya.
Menurut Tamakun lomba nyolet tingkat TK/RA tersebut sudah rutin digelar sejak tahun 2015 hingga sekarang, dan antusias masyarakat selalu meningkat tiap tahunnya.
Tamakun menambahkan ada 2 (dua) indikator dalam penilaian nyolet, yaitu kreativitas dan kerapihan. Melalui kegiatan ini ia berharap bibit pengrajin batik bisa ditumbuhkan terutama pembatik tulis di Kota Pekalongan. Sebab jika generasi muda tidak dikenalkan budaya leluhur dikhawatirkan akan hilang begitu saja. (Naila - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4877 |
Hits Hari ini |
: | 4865 |
Pengunjung Online |
: | 1 |