
Kota Pekalongan kini sedang menata ulang Taman Sorogenen, salah satu ruang publik ikonik di kota ini. Dalam pemaparan desain yang dilakukan di Ruang Terang Bulan, kantor Setda Kota Pekalongan, Selasa (31/12), Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan pentingnya mempertahankan pasar burung yang sudah menjadi ikon di malam hari.
Selain itu, Wali Kota juga ingin mempertahankan warung-warung di sisi utara dan selatan taman, serta area olahraga, seperti lapangan sepak bola, voli, dan fasilitas olahraga lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Upaya penataan ulang ini dilakukan setelah penanggulangan bencana banjir yang selama ini telah menunjukkan hasil positif. Fokus ke depan, lebih diarahkan pada penataan kota, guna menciptakan ruang publik yang nyaman dan menarik. Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menyampaikan masukan dan ide-ide kreatif dalam penataan kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan desain antisipasi bagi pedagang yang mungkin akan berpindah kembali ke Pasar Banjarsari. Desain ini bertujuan untuk memastikan bahwa penataan ulang tidak mengganggu aktivitas perdagangan yang sudah berjalan. Keputusan mengenai jadwal pembangunan penataan ulang Taman Sorogenen akan ditentukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap finalisasi desain. (Adam - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4816 |
Hits Hari ini |
: | 2685 |
Pengunjung Online |
: | 1 |