
Pekalongan, baik kota maupun kabupatennya dikenal sebagai daerah yang masih lekat dengan nilai-nilai keagamaan. Keberadaan banyak pondok pesantren menjadi bukti bahwa masyarakat setempat menjunjung tinggi tradisi Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai religius ini pun tercermin kuat dalam berbagai kegiatan budaya yang terus dilestarikan. Beragam tradisi seperti sedekah bumi, mitoni, hingga Syawalan di Krapyak memperlihatkan perpaduan yang harmonis antara budaya dan ajaran agama.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah, saat gelar wicara di Radio Kota Batik, Senin (23/6) menyebutkan, bahwa dalam sedekah bumi warga mengadakan pertunjukan hadroh dan pembacaan sholawat. Tradisi mitoni yang merupakan ritual tujuh bulan kehamilan juga diiringi pembacaan Surat Yusuf dan barzanji.
Nur Fatwah menambahkan, bahwa kekuatan budaya religius ini harus terus dijaga dan dipromosikan sebagai jati diri Pekalongan. Selain mempererat hubungan sosial, budaya berbasis nilai agama, juga mampu menjadi daya tarik wisata dan memperkuat karakter generasi muda. (Ozy - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4875 |
Hits Hari ini |
: | 4029 |
Pengunjung Online |
: | 1 |