
Dua pemecah gelombang atau (breakwater) saat ini tengah di bangun di Pantai Bandengan hingga kawasan sekitar Krematorium , guna mencegah terjadinya abrasi yang semakin parah di wilayah tersebut .
Pembangunan dua penahan gelombang tersebut , merupakan hasil kolaborasi Pemkot dengan lembaga Kemitraan Indonesia , yang didukung oleh Program Adaptation Fund .
Senior Program Manager Kemitraan Indonesia , Abimanyu Sasongko Aji mengungkapkan , pembangunan rubble mound breakwater atau pemecah gelombang , dengan berbahan dasar tumpukan batu alam ini , bertujuan untuk meminimalisir energi gelombang laut yang terus mengikis garis pantai Bandengan.
Menurut Abimanyu , kondisi abrasi di kawasan pantai tersebut , sudah sangat memprihatinkan . Karena permukaan air laut yang terus naik daratan , dengan disertai kekuatan ombak yang semakin besar . Hal ini menyebabkan garis pantai mundur hingga beberapa meter.
Abimanyu Sasongko Aji menjelaskan , pembangunan breakwater ini , tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik wilayah pesisir , tetapi juga sebagai bagian dari aksi adaptasi perubahan iklim , yang berorientasi jangka panjang .
Sementara itu , Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang , Bambang Sugiharto, menyampaikan , apresiasinya kepada Lembaga Kemitraan Indonesia dan Adaptation Fund atas kepeduliannya terhadap permasalahan abrasi di Kota Pekalongan ., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 2041 |
Pengunjung Online |
: | 1 |