
Hampir 80 persen batik yang beredar di pasar Bringharjo maupun di Jogjakarta berasal dari Pekalongan, hal ini disampaikan oleh Wali Kota Yogyakarta doctor dokter Hasto Wardoyo, saat Penutupan Rapat Kerja Nasional, Jaringan Kota Pusaka Indonesia atau (JKPI) Tahun 2025, di Jogjakarta.
Menurut Wali Kota Yogyakarta doctor dokter Hasto Wardoyo, pihaknya memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid, atas kontribusi besar Kota Pekalongan dalam dunia batik.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Wali Kota Jogjakarta.
Menurut Aaf, Pekalongan memang dikenal sebagai Kota Batik, dan pengakuan ini telah menguat sejak UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda Milik bangsa Indonesia.
Pekalongan sebagai The World City of Batik, akan terus dijaga identitas ini, tidak hanya melalui produksi batik, tetapi juga dengan mengembangkan inovasi dan melestarikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan pertemuan jaringan kota pusaka ini, dirancang untuk mempererat hubungan antar daerah, saling berbagi kesan, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga serta memajukan kota pusaka di Indonesia., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4874 |
Hits Hari ini |
: | 2423 |
Pengunjung Online |
: | 1 |