
Pemerintah Kabupaten Pekalongan akhirnya secera resmi telah membatalkan, rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah.Yang sebelumnya akan diuji coba pada Agustus 2025,pada 175 sekolah yang ada di wilayahnya.
Sekretaris Daerah setempat M. Yulian Akbar menjelaskan, pembatalan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, setelah melakukan dialog dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Menurut Sekda Yulian Akbar, Ibu Bupati telah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh agama, dari kalangan NU, Muhammadiyah, Badqo TPQ, dan tokoh masyarakat, yang pada akhirnya memutuskan untuk tidak menerapkan kebijakan tersebut.
Sekda Yulian menjelaskan, selain itu pihaknya tetap berupaya menjaga kearifan lokal sebagai Kota Santri, yang menjunjung tinggi pendidikan keagamaan di luar jam sekolah. Seperti kegiatan di TPQ dan Madrasah Diniyah,yang rutin diikuti oleh anak-anak setelah pulang dari sekolah., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4834 |
Hits Hari ini |
: | 449 |
Pengunjung Online |
: | 1 |