
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan akan melaksanakan Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) Tahunan 2025 sebagai bagian dari upaya menyediakan data yang rinci dan mutakhir mengenai profil usaha mikro dan kecil di Indonesia. Survei ini bertujuan untuk mendukung perencanaan pembangunan ekonomi secara makro, terutama dalam memahami kontribusi sektor informal terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Kegiatan survei dimulai dengan tahap listing pada bulan Juli 2025, mencakup 26 blok sensus yang tersebar di empat kecamatan di Kota Pekalongan. Selanjutnya, pencacahan akan dilakukan mulai 1 hingga 26 September 2025 dengan melibatkan 327 rumah tangga sebagai sampel. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, BPS menurunkan 12 Petugas Pencacah Lapangan dan 6 Pemeriksa Lapangan yang telah dibekali pelatihan teknis.
Data yang dikumpulkan dalam survei ini meliputi keterangan umum dan khusus tentang usaha mikro dan kecil, jumlah pekerja, jumlah jam dan hari kerja, balas jasa pekerja, serta pendapatan dan pengeluaran usaha pada bulan terakhir. Selain itu, informasi mengenai asal bahan baku dan distribusi produk juga menjadi bagian penting dari survei guna memetakan rantai pasok dan potensi pasar.
Statistisi Muda BPS Kota Pekalongan, Dinar Tri Utami, menyampaikan bahwa survei ini merupakan langkah strategis dalam menyediakan data yang akurat dan relevan untuk mendukung kebijakan pembangunan. Ia berharap hasil survei ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah dalam merancang program pemberdayaan industri mikro dan kecil yang lebih tepat sasaran. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 2007 |
Pengunjung Online |
: | 1 |