
Produksi gabah hasil pertanian di wilayah Kota Pekalongan, hingga Agustus 2025 tercatat mencapai enam ribu ton. Capaian ini berasal dari 900 hektare sawah, yang sudah dipanen dari total 1100 hektare lahan yang ditanami.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setempat, Lili Sulistyawati menyebutkan, meski luas lahan sawah hanya 721 hektare, namun hasil panen padi masih mampu menyumbang sekitar 15 persen kebutuhan beras warga kota. Sisanya masih bergantung pasokan dari daerah lain seperti Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang.
Lili Sulistyawati menambahkan, harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini cukup menggembirakan. Sebab tahun lalu harga patokan pemerintah, sebesar enam ribu lima ratus rupiah per kilogram, sedangkan di pasaran kini harga gabaah, sudah mencapai tujuh ribu tiga ratus rupiah per kilogram.
Dengan meningkatnya harga dan produksi pertanian, diharapkan akan membuat kesejahteraan petani semakin membaik. Pemerintah juga berkomitmen mengendalikan harga beras, agar tetap terjangkau oleh masyarakat., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4906 |
Hits Hari ini |
: | 1386 |
Pengunjung Online |
: | 1 |