
Peringatan Hari Batik Nasional ke-16,di Kota Pekalongan tahun 2025, bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga ajang refleksi untuk masa depan batik.
Dalam sarasehan batik yang digelar di halaman Museum Batik, Kamis malam, 2 Oktober, berbagai persoalan penting diangkat. Mulai dari regenerasi perajin muda, inovasi desain, ketersediaan bahan baku, hingga strategi pemasaran digital.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Sugiyo menegaskan, batik tidak hanya warisan budaya, tetapi juga tulang punggung ekonomi masyarakat Pekalongan.
Sugiyo mengingatkan, predikat UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia menjadi tanggung jawab bersama, agar batik mampu bertahan sekaligus bersaing secara global.
Sementara itu, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono berharap, sarasehan ini dapat menjadi ruang sinergi lintas elemen. Pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga media diharapkan bisa berkolaborasi menjaga dan mengembangkan batik, terutama dalam menjawab tantangan regenerasi dan pasar di era digital.. (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 4070 |
Pengunjung Online |
: | 1 |