
Meskipun awal tahun 2025 lalu kondisi Indeks Harga Saham Gabungan, sempat mengalami fluktuasi cukup tinggi. Akibat kebijakan tarif Amerika Serikat dan situasi geopolitik di Timur Tengah, yang menimbulkan sentiment negative. Namun, pada akhir September atau Triwulan III, IHSG justru berhasil menembus level tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia, yakni di angka 8.000.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah satu Fanny Rifqi El Fuad menjelaskan, kenaikan ini terutama didorong oleh pergerakan positif saham-saham di sektor teknologi dan basic industry.
Fanny kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, beberapa di antaranya adalah saham DCII, Multipolar, Barito Pasifik, Telkom, dan sejumlah saham lain yang ikut meroket.
Pertumbuhan jumlah investor di Jawa Tengah, juga menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Di Pekalongan misalnya, jumlah investor yang pada Januari 2025 masih sekitar dua ratus orang, kini sudah melonjak hingga tiga puluh ribu orang. Sebanyak dua ribu di antaranya merupakan investor baru di produk reksa dana maupun obligasi.
Secara keseluruhan, jumlah investor saham di Jawa Tengah per Agustus 2025, sudah mencapai satu juta enam ratus ribu orang. Padahal, pada Januari lalu baru berjumlah tujuh ratus ribu. Artinya, ada penambahan sekitar delapan ratus ribu investor baru hanya dalam waktu delapan bulan.
Dari sisi transaksi, perputaran saham di Pekalongan, setiap bulannya tercatat mencapai enam ratus tiga puluh lima miliar rupiah. Sedangkan di seluruh Jawa Tengah, nilai transaksi per bulan sudah menembus empat triliun rupiah., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 4590 |
Pengunjung Online |
: | 1 |