
Dalam rangka menyambut Hari Santri 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan mengadakan Pelatihan Pesantren Hijau di Pondok Pesantren Al Qutub, Kecamatan Wonopringgo, pada Rabu, 1 Oktober 2025. Kegiatan ini mengusung tema 'Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia' dan diikuti oleh 50 santri, masing-masing dua perwakilan dari 25 pondok pesantren se-Kabupaten Pekalongan. Para peserta mengikuti materi, diskusi, dan praktik langsung di lingkungan pesantren.
Ketua LPBINU Kabupaten Pekalongan, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa program Pesantren Hijau merupakan langkah strategis untuk memberdayakan pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi dan aksi nyata dalam menghadapi isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim dan kerusakan alam.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang orientasi lingkungan hidup, dampak perubahan iklim, serta teknik budidaya yang ramah lingkungan. Materi disampaikan oleh tim dari LPBINU dan dirancang agar mudah dipraktikkan di lingkungan pesantren masing-masing. Ke depan, para santri diharapkan dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh melalui kelompok tani santri yang akan didampingi oleh LPBINU bersama LPPNU.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Qutub, KH. Sabilal Rosyad, menegaskan bahwa gerakan Pesantren Hijau memiliki makna penting, tidak hanya untuk pelestarian alam, tetapi juga untuk kehidupan sosial, agama, dan ekonomi masyarakat. Ia berharap pesantren dapat menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi motor penggerak peradaban yang menyeimbangkan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4926 |
Hits Hari ini |
: | 1658 |
Pengunjung Online |
: | 1 |