
Volume sampah yang masuk ke Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini terjadi seiring dengan makin aktifnya kegiatan pengambilan, dan pengolahan sampah yang dilakukan setiap hari.
Jika pada tahun sebelumnya jumlah sampah anorganik yang diterima hanya berkisar antara 10 hingga 11 ton per bulan, maka di tahun 2025 ini angkanya naik menjadi sekitar 12 hingga 13 ton per bulan.
Dari total tersebut, sampah plastik masih menjadi jenis yang paling banyak disetor, disusul oleh sampah kertas, atom, besi, botol, dan juga kardus.
Direktur Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, Abdul Mukti, menjelaskan kepada Radio Kota Batik, bahwa peningkatan ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan menyerahkan sampah ke bank sampah semakin tinggi.
Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pengelolaan dan penanganan limbah anorganik di Kota Pekalongan., (Opik - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4943 |
Hits Hari ini |
: | 687 |
Pengunjung Online |
: | 1 |