
Minat masyarakat Jawa Tengah dan Pekalongan khususnya untuk berinvestasi di pasar modal, terus menunjukkan tren yang positif dalam beberapa bulan terakhir ini. Bursa Efek Indonesia, Kantor Perwakilan Jawa Tengah satu mencatat, pertumbuhan transaksi tahun 2025 naik cukup signifikan.
Menurut Kepala BEI Jawa Tengah satu Fanny Rifqi El Fuad, peningkatan ini tidak lepas dari meningkatnya literasi pasar keuangan, terutama lewat kerja sama dengan berbagai pergruan tinggid di Pekallongan.
Fanny mengungkapkan, dari sisi demografi, investor muda ternyata mendominasi pasar modal di Jawa Tengah. Sebanyak empat puluh persen investor berasal dari kelompok usia delapan belas hingga dua puluh lima tahun.
Disusul kelompok usia dua puluh lima hingga tiga puluh tahun, sebanyak dua puluh lima persen. Sementara itu, kelompok usia tiga puluh satu hingga empat puluh tahun tercatat dua puluh satu persen, dan di atas empat puluh tahun hanya sekitar dua belas persen saja.
Fanny Rifqy kepada Radio Kota Batik menjelaskan, hampir tujuh puluh lima persen investor pasar modal di Jawa Tengah, berasal dari kalangan muda usia delapan belas, hingga tiga puluh tahun. Mayoritas di antaranya merupakan karyawan swasta, disusul mahasiswa, dan kalangan wirausaha muda.
Selain itu, jumlah investor baru juga mengalami lonjakan yang cukup tinggi, Jika sebelumnya hanya bertambah sekitar dua ribu investor setiap bulan, kini jumlahnya meningkat tajam seiring gencarnya edukasi dan kemudahan berinvestasi secara digital.
Untuk nilai investasi sendiri, tercatat total investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar empat triliun rupiah. Sementara di Kota Pekalongan, nilainya menembus enam ratus tiga puluh miliar rupiah. Dengan tren ini, pasar modal tidak lagi menjadi ranah eksklusif, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup keuangan cerdas bagi generasi muda di Jawa Tengah., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 1662 |
Pengunjung Online |
: | 1 |