
Suasana tertib dan nyaman di pasar Banjarsarl Pekalongan menjadi harapan banyak warga. Untuk mewujudkan hal itu, penataan aktivitas perdagangan di Pasar tersebut, kini terus dilakukan oleh Pemkot secara bertahap dengan cara yang persuasif dan humanis.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, penataan tidak bisa dilakukan secara frontal, karena melibatkan dua kelompok pedagang, yaitu pedagang yang sudah memiliki kios resmi dan pedagang yang sementara berjualan di area darurat.
Menurutnya, semua upaya dilakukan agar aktivitas pasar berjalan sesuai aturan dan dapat memberikan kenyamanan bagi semua pihak. Pemerintah Pusat juga menaruh perhatian terhadap progres penataan pasar yang baru dibuka kembali pada 25 September 2025 tersebut.
Pasar Banjarsari ditargetkan menjadi pasar berstandar SNI, sehingga mampu memberikan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik bagi pedagang maupun pembeli.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dindagkop-UKM setempat, Supriono menjelaskan, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam proses penertiban. Kondisi di lapangan cukup kompleks karena sebagian pedagang belum memiliki legalitas resmi dan memilih berjualan di area bawah, sehingga arus pengunjung di dalam pasar menjadi tidak lancar.
Penertiban sudah dilakukan tiga kali dengan melibatkan Satpol PP, Dishub, Kepolisian, Denpom, dan trantib pasar. Langkah ini diambil agar aktivitas jual beli kembali tertata dan pengunjung merasa nyaman berbelanja di Pasar Banjarsari. Diharapkan Pasar Banjarsari dapat menjadi sentra ekonomi rakyat yang tertib, aman, dan berdaya saing.. (Adam -Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4955 |
Hits Hari ini |
: | 1540 |
Pengunjung Online |
: | 1 |