
Salah satu kuliner yang baru saja ditetapkan sebagai, Warisan Budaya Takbenda Nasional, yaitu nasi megono, ternyata memiliki keunikan tersendiri, jika dibandingkan dengan nasi megono dari daerah lain.
Menurut Sabaryo Pramono, nasi megono menjadi rebutan klaim antara Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan. Namun hasil kajian ilmiah menunjukkan bahwa nasi megono asli berasal dari Kota Pekalongan, karena memiliki ciri khas pada bumbunya, yakni penggunaan bunga kecombrang, sebagai salah satu komposisi utama yang membuat cita rasanya lebih segar dan khas.
Salah satu warung nasi megono di Kota Pekalongan adalah Rumah Makan Haji Masduki, yang selama ini aktif bersinergi dengan Dinparbudpora untuk melestarikan kuliner tradisional ini.
Bahkan, lewat dukungan Bapperida, dilakukan inovasi dengan menciptakan megono kaleng, yaitu nasi megono yang dikemas dalam bentuk kaleng agar lebih tahan lama. Dengan cara ini, megono tetap bisa dinikmati oleh siapa pun, bahkan ketika dibawa ke luar kota.
Sabaryo berharap, inovasi dan pelestarian ini dapat membuat nasi megono semakin dikenal luas dan menjadi ikon kuliner kebanggaan Kota Batik.. (Adam = Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4959 |
Hits Hari ini |
: | 3657 |
Pengunjung Online |
: | 1 |