
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah atau Bapperida Kota Pekalongan, terus menunjukkan semangat pembaruan dalam pelayanan publik.Tahun 2025 ini, Bapperida mencatat ada 211 inovasi daerahyang berhasil dikembangkan. Jumlah ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 135 inovasi.
Berkat capaian tersebut, Kota Batik berhasil menempati peringkat tujuh nasional dan masuk 10 besar Innovative Government Award 2024 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kepala Bapperida setempat, Andrianto, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil akhir penilaian dari daerah lain. Namun ia berharap, prestasi tahun ini menjadilangkah awal, untuk semakin menguatkan posisi Kota Pekalongan, dalam ajang IGA Awards 2025 mendatang.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, atau yang akrab disapa Aaf menegaskan, bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah hingga tingkat kelurahan, wajib memiliki minimal satu inovasi setiap tahun.
Menurutnya, inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan murah bagi masyarakat. Meski begitu, Wali Kota Aaf juga menekankan pentingnya memaksimalkan penerapan inovasi di lapangan, agar manfaatnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4958 |
Hits Hari ini |
: | 225 |
Pengunjung Online |
: | 1 |