
Ancaman rob di pesisir utara Jawa Tengah kini makin nyata. Untuk menahan laju air laut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan gerakan Mageri Segoro atau Menjaga Negeri dari Segara.
Di Kabupaten Batang, sebanyak satu koma tiga juta bibit mangrove ditanam di 17 lokasi pesisir. Termasuk 57 ribu bibit di kawasan Batang Kota. Langkah besar ini bahkan tercatat di Museum Rekor Indonesia.
Wakil Bupati Batang Suyono menyebutkan, ada sekitar 350 hektare lahan pertanian sudah tak bisa ditanami karena terendam air asin. Karena itu, penanaman mangrove bukan sekadar urusan fisik, tapi juga membangun kesadaran warga pesisir.
Program ini juga melibatkan dunia usaha lewat dukungan CSR, dan diharapkan bisa diperkuat dengan tanggul laut seperti di Pekalongan. Gerakan Mageri Segoro menjadi bukti, bahwa menyelamatkan pesisir bukan kerja satu pihak, tapi kerja bersama untuk menjaga bumi dan kehidupan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batang, Rusmanto menambahkan, penanaman mangrove secara masif sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2021. Kini, sekitar tiga kilometer garis pantai di Batang, sudah terdampak abrasi dari titik awal kegiatan.
Gerakan Mageri Segoro di Batang menjadi bukti nyata, bahwa melawan dampak perubahan iklim tak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, untuk benar-benar menjaga negeri dari segara., (Dirhamyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 4052 |
Pengunjung Online |
: | 1 |