
Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Pekalongan menyuarakan sembilan petisi dalam aksi damai bertajuk Santri Memanggil Boikot Trans7, Rabu siang, 15 Oktober 2025, di depan Gedung Aswaja Kota Pekalongan.
Perwakilan PCNU Kota Pekalongan, Kiai Mujib Hidayat menyampaikan, petisi tersebut berisi sembilan tuntutan, yaitu mendesak Trans7 meminta maaf secara terbuka kepada santri dan kiai di seluruh Indonesia, bertanggung jawab secara hukum, serta memohon maaf langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo. Para santri juga meminta pencabutan izin siar Trans7, penutupan akun media sosial yang intoleran, dan perlindungan dari pemerintah bagi santri, kiai, dan pesantren.
Selain itu, mereka menuntut Presiden RI mencopot pejabat publik yang dianggap melecehkan kalangan santri, serta meminta Kementerian Komdigi dan Kementerian Kebudayaan menertibkan lembaga penyiaran yang dinilai tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, rasa apresiasinya atas aksi damai dari para santri, yang berjalan kondusif dan menegaskan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan.
Aksi ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan petisi oleh Wali Kota, Ketua DPRD dan Forkopimda serta pihak PCNU Kota Pekalongan, untuk diserahkan ke Kementerian Komunikasi dan Dgital.. (Adam – Dirhamsyah))







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4830 |
Hits Hari ini |
: | 3543 |
Pengunjung Online |
: | 1 |