Pondok Pesantren Syafi’i Akrom Kota Pekalongan menjadi tuan rumah Halaqoh Interaktif Pengasuh Pesantren bertema “Mewujudkan Pesantren Mandiri dan Lestari: Integrasi Nilai Keislaman dan Prinsip Eco-Pesantren”, yang diselenggarakan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 dan menghadirkan K.H. Dr. Miftahudin, S.Ag., M.M., pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadiin, Balekambang, Jepara, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Miftahudin menekankan pentingnya membangun pesantren hijau sebagai laboratorium kehidupan. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat pembinaan spiritual dan intelektual, tetapi juga harus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian ekonomi. Ia menyebut pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari keimanan yang perlu diintegrasikan dalam sistem pendidikan pesantren.
Miftahudin menjelaskan bahwa pesantren hijau harus memiliki ekosistem pendidikan berkelanjutan. Hal ini mencakup konservasi air, pengelolaan sampah, penghijauan, serta kemandirian energi dan pangan. Ia mencontohkan beberapa pesantren yang telah memanfaatkan biogas dari limbah santri, menanam tanaman produktif, dan mengembangkan pertanian modern sebagai bentuk nyata ketahanan pangan berbasis pesantren.
Miftahudin mengajak para pengasuh pesantren untuk mengubah pola pikir bahwa pengelolaan lingkungan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian penting dari kurikulum pendidikan Islam. Dengan pendekatan ini, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang saleh secara spiritual, sekaligus memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis dalam menjaga kelestarian bumi. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4865 |
Hits Hari ini |
: | 1507 |
Pengunjung Online |
: | 1 |