
Suasana Alun-Alun Kota Pekalongan, pada Kamis pagi terasa berbeda dari biasanya.
Ratusan siswa berseragam putih berjalan beriringan sambil diiringi tabuhan, seperti drum band yang membangkitkan semangat.
Mereka adalah keluarga besar Yayasan Salafiyah, yang tengah merayakan dua momentum penting, sekaligus Hari Santri Nasional 2025, dan hari lahir Yayasan Salafiyah ke-68.
Acara dimulai dengan apel bersama yang diikuti seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Salafiyah mulai dari MSI 1, MSI 2, MSI 5, SMP hingga MA Salafiyah.
Tak hanya siswa, para guru, alumni, dan juga tokoh pendidikan hadir meramaikan kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan.
Ketua Yayasan Salafiyah, Muh. Arif Wahyudi menyampaikan, harapannya agar lembaga pendidikan ini, terus menjaga jati diri keulamaan sambil beradaptasi, dengan perkembangan zaman.
Arif Wahyudi menegaskan, Salafiyah berkomitmen untuk melahirkan generasi santri, yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dunia modern.
Selain apel, kegiatan juga diisi dengan senam sehat, yang menjadi simbol semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di kalangan santri. Peringatan kali ini menjadi bukti bahwa semangat Hari Santri tak hanya dirasakan di pesantren, tapi juga menggema di tengah kota menegaskan bahwa santri hari ini adalah bagian dari masa depan bangsa. ( Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 2 |
Total Pengunjung |
: | 4925 |
Hits Hari ini |
: | 4470 |
Pengunjung Online |
: | 2 |