
Menghadapi musim penghujan tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Pekalongan,terusmeningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan satuan tugas, dan relawan selama 24 jam penuhdi titik-titik rawan bencana.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi potensi banjir kiriman dan rob, yang kerap melanda wilayah pesisir serta bagian barat Kota Pekalongan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat, Budi Suheryanto menjelaskan, pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan BPBD di daerah hulu sungai, seperti Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang. Begitu ada informasi hujan deras di wilayah hulu, tim BPBD langsung siaga di lapangan.
Satgas dibagi menjadi empat shift bergilir, masing-masing beranggotakan lima orang.
Sementara itu, relawan di tingkat kelurahan juga telah mendapatkan pelatihan dan simulasi kebencanaan untuk mendukung penanganan cepat di wilayah masing-masing.
Hingga Oktober 2025, sudah terbentuk 21 Kelurahan Tangguh Bencana atau Katana, dari total 27 kelurahan di Kota Pekalongan, dan ditargetkan bertambah menjadi 22 kelurahan dalam waktu dekat ini.
Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, Budi berharap masyarakat tetap waspada namun tidak panikmenghadapi musim hujan, yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026 mendatang.
Budi juga mengimbau warga untuk segera melapor ke posko terdekat jika terjadi genangan atau potensi bencana, agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4805 |
Hits Hari ini |
: | 3783 |
Pengunjung Online |
: | 1 |