
Hingga saat ini pintu Bendung Gerak Gumbiro di Kabupaten Pekalongan, dipastikan tidak dibuka, Menurut Pengamat Sumber Daya Air Balai SDA Pamali Comal Adi Setiono, keputusan itu diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kerusakan pada pintu satu dan pintu tiga bendungan. Demi alasan keselamatan, pintu bendung pun tidak dibuka tahun ini.
Adi kepada Radio Kota Batik menjelaskan, pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama agar memahami bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Para petani sendiri tidak menyetujui pembukaan pintu bendungan karena debit air masih rendah, Jika dipaksakan, dikhawatirkan pasokan air tidak akan mencukupi untuk masa tanam pertama.
Sementara itu, sebagian masyarakat yang mempersoalkan keputusan tersebut adalah kelompok pencari ikan, yang merasa terdampak karena air bendungan tidak mengalir seperti biasa.
Adi Setiono mengungkapkan, bukan kali ini saja Bendung Gumbiro tidak dibuka, Tahun 2023 lalu, kondisi serupa juga terjadi akibat pengaruh El Nino.
Sebagai informasi, Bendung Gumbiro dibangun pada masa Hindia Belanda ini, oleh Bupati Amat Antono dijadikan salah satu ikon pengembangan pariwisata Kabupaten Pekalongan. Selain itu, bendung ini berfungsi penting untuk pengendalian banjir dan irigasi pertanian.
Hingga kini, Balai Besar Wilayah Sungai Pamali Juana belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait kondisi bendungan tersebut. Menghadapi musim hujan, masyarakat di sekitar daerah aliran sungai atau DAS Sragi, juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat sungai., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4918 |
Hits Hari ini |
: | 285 |
Pengunjung Online |
: | 1 |