
Bendung Gembiro di Kabupaten Pekalongan, memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah setempat. Menurut Pengamat Sumber Daya Air Balai Sumber Daya Alam (BSDA) Adi Setyono, bendung peninggalan Belanda ini, berfungsi ganda sebagai pengendali banjir sekaligus penyuplai air irigasi pertanian.
Adi Setyono kepada Radio Kota Batik menjelaskan, saat debit air meningkat dan terjadi banjir, maka pintu-pintu bendungan gumbiro akan dibuka, sehingga aliran air membawa turun sampah dan lumpur, dan membuat kondisi bendung tetap bersih.
Adi menyampaikan, Bendung Gembiro ini mengairi sekitar 700 hektar lahan pertanian di Kecamatan Sragi dan Kesesi, serta melindungi sejumlah desa di sekitarnya dari risiko banjir.
Berbeda dengan Bendung Gembiro, Bendung Brondong yang berada datasnya merupakan bendung utama, yang bersifat tetap. Sehingga tidak memiliki pintu buka-tutup. Bendung Brondong juga mengairi sekitar 3.211 hektar sawah di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Sragi.
Dengan fungsi saling melengkapi antara Bendung Gembiro dan Bendung Brondong, sistem irigasi di wilayah Pekalongan terus berjalan optimal menjaga pertanian tetap produktif sekaligus mengurangi ancaman banjir., (Dirhamyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4831 |
Hits Hari ini |
: | 2870 |
Pengunjung Online |
: | 1 |