
Curah hujan ekstrem diperkirakan mulai terjadi pada 11 November hingga akhir Desember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Pekalongan, menyatakan kesiapan dalam mengantisipasi potensi banjir akibat peningkatan intensitas hujan. Salah satu langkah antisipatif dilakukan dengan memastikan seluruh rumah pompa dapat beroperasi secara optimal.
Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat, Budi Suheryanto mencatat, saat ini terdapat 46 pompa yang siap digunakan, terdiri atas 40 unit lama dan enam unit baru bantuan dari pemerintah pusat. Keenam pompa tambahan tersebut berkapasitas besar, dan ditempatkan di titik-titik rawan genangan air, untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah kota.
Budi menjelaskan, bahwa pemeliharaan dan pengecekan seluruh pompa terus dilakukan secara berkala, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat. Operasional pompa akan disesuaikan dengan kondisi curah hujan dan ketinggian air, agar daya tahan mesin tetap terjaga, dan dapat digunakan saat situasi darurat.
Budi menambahkan, situasi yang dikhawatirkan adalah jika terjadi hujan dengan intensitas besar, dengan durasi lebih dari 3 jam. Namun, Ia memastikan seluruh pompa dalam kondisi optimal, sebelum memasuki masa rawan banjir, sehingga dapat mendukung langkah cepat penanganan apabila terjadi genangan di wilayah perkotaan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4905 |
Hits Hari ini |
: | 3160 |
Pengunjung Online |
: | 1 |