
Pemerintah Kota Pekalongan terus menunjukkan kemajuan pesat dalam membangun budaya literasi. Dalam tiga tahun terakhir, indeks literasi daerah ini melesat dari peringkat 33 menjadi empat besar di Jawa Tengah.
Capaian tersebut semakin diperkuat lewat penyelenggaraan, Festival Literasi Ayo Membaca 2025, yang berlangsung mulai 6 hingga 11 November di GOR Jetayu.
Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat Mahbub menyebutkan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata meningkatkan minat baca dan memperkuat ekosistem literasi masyarakat. Festival ini dirancang agar membaca menjadi aktivitas,yang menyenangkan dan akrab di semua kalangan.
Festival Literasi tahun ini menghadirkan 52 stan dari berbagai instansi, UMKM, hingga penerbit buku, serta lomba mewarnai, talkshow dan gerakan Ayo Membaca yang melibatkan seribu peserta.
Sementara itu, Kepala Dinarpus Provinsi Jawa Tengah Rahma Nurhayati, mengapresiasi kemajuan literasi di Kota Batik ini. Ia menyebut, Pekalongan telah berhasil menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang hidup, dan mampu menggerakkan masyarakat untuk terus belajar.
Dengan sinergi berbagai pihak, Pekalongan kini tidak hanya dikenal sebagai kota batik, tetapi juga tumbuh menjadi kota literasi yang inspiratif., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4958 |
Hits Hari ini |
: | 701 |
Pengunjung Online |
: | 1 |