
Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian serius berbagai pihak di Jawa Tengah. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri. Satuan Brimob Polda Jawa Tengah menggelar Sarasehan Penanggulangan Bencana Alam di Hotel Dafam Pekalongan, pada 6 November 2025.
Kegiatan ini mempertemukan aparat, relawan, dan organisasi kemanusiaan dalam satu forum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor.
Dansat Brimob Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Noor Hudaya menjelaskan, wilayah Jawa Tengah tergolong rawan bencana. Kondisi geografis yang beragam dari pegunungan hingga pesisir membuat potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan rob selalu mengintai.
Karena itu, kesiapsiagaan dan kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan relawan menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi. Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, sarasehan ini diisi dengan diskusi interaktif dan berbagi pengalaman lapangan.
Para peserta membahas sistem komando terpadu, pemanfaatan teknologi informasi untuk pemantauan bencana, serta pentingnya komunikasi cepat saat terjadi keadaan darurat.
Salah satu narasumber,Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha, turut menekankan pentingnya latihan bersama,agar setiap unsur mampu bertindak cepat dan terkoordinasi.
Sebagai wujud nyata komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan, penandatanganan pakta integritas, antara Sat Brimob Polda Jateng, BPBD Kota Pekalongan, PMI, serta unsur SAR dan relawan. Langkah ini menjadi simbol kolaborasi berkelanjutan, untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana di wilayah Jawa Tengah.
Melalui kegiatan ini, Brimob Jateng menegaskan, perannya tidak hanya sebagai pasukan elit kepolisian, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam perlindungan, dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4926 |
Hits Hari ini |
: | 592 |
Pengunjung Online |
: | 1 |