
Museum Keris Kota Pekalongan turut memeriahkan Festival Literasi dengan membuka satu stan khusus yang menampilkan beragam koleksi tosan aji atau pusaka tradisional peninggalan leluhur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda secara lebih dekat dan menyenangkan.
Penjaga Museum Keris, Rifqon Arodli, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa. Dalam stan pameran tersebut, pengunjung dapat melihat langsung sejumlah koleksi keris dan pusaka khas Pekalongan, seperti keris Suratman yang menjadi ikon kota, keris Parungsari, Jalak Dudo, Naga Raja, kitab lontar, hingga Ajimat Digdayoni.
Menurut Rifqon, pameran ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran budaya yang menarik bagi pengunjung Festival Literasi. Ia berharap kegiatan semacam ini mampu membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap benda-benda pusaka adi luhung yang diwariskan oleh para empu dan wali terdahulu.
Rifqon juga mengajak pemerintah dan masyarakat untuk terus mendukung pelestarian kebudayaan lokal melalui berbagai kegiatan edukatif. Ia meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat, warisan budaya Pekalongan dapat terus hidup dan menginspirasi generasi masa depan. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4959 |
Hits Hari ini |
: | 2593 |
Pengunjung Online |
: | 1 |