
Gerakan Pangan Murah yang digelar di Lapangan Mataram, pada Jumat 14 November, ternyata tak hanya menarik perhatian warga, karena harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi sorotan karena tingginya minat masyarakat terhadap pilihan pangan sehat, terutama beras alternatif pengganti nasi.
Warga terlihat antusias mencoba berbagai produk pangan lokal yang ditawarkan. Mulai dari beras ubi, beras jagung, beras singkong hingga beras merah dan sorgum. semuanya laris diburu karena dianggap lebih menyehatkan, dan cocok untuk menunjang gaya hidup sehat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setempat, Lili Sulistyawati mengatakan, tren masyarakat kini mulai bergeser. Banyak warga, terutama kalangan muda, semakin sadar pentingnya memilih bahan makanan yang baik untuk kesehatan. Karena itu, keberadaan pangan alternatif ini menjadi pilihan baru yang semakin diminati.
Selain pangan lokal, operasi pasar juga menyediakan bawang, cabai, minyak goreng, dan gula dengan harga subsidi dari Dishanpan Jawa Tengah. Beras organik juga ditawarkan dengan harga mulai Rp13.500 per kilo, sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat.
Lili menambahkan, beras pengganti nasi memiliki kandungan karbohidrat lebih rendah, dan baik bagi penderita diabetes maupun hipertensi. Pilihan ini juga cocok bagi generasi muda yang ingin menjaga pola makan dan hidup lebih sehat., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 4340 |
Pengunjung Online |
: | 1 |