
Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya menjaga kecintaan masyarakat terhadap seni wayang kulit. Salah satunya dengan rutin menggelar pagelaran wayang, terutama pada momen-momen penting seperti Hari Wayang Nasional.
Untuk lebih menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, pertunjukan wayang kini dikemas lebih modern, namun tetap mempertahankan nilai dan esensi budayanya.
Staf Kebudayaan Dinparbudpora setempat Wiwid Sri Kuncoro, yang juga seorang dalang menyebutkan, perubahan ini penting agar wayang tetap relevan, di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, jika dulu penabuh gamelan dan sinden didominasi generasi senior, kini banyak anak muda ikut terlibat.
Pagelaran wayang kulit di Pekalongan kini tampil lebih menarik dengan sentuhan modern, mulai dari tata lampu, dekorasi, hingga musik gamelan yang menyesuaikan perkembangan zaman. Kreativitas menjadi kunci dalam setiap pementasan, tidak hanya untuk memperindah tampilan, tetapi juga agar wayang lebih mudah diterima penonton muda.
Harapannya, inovasi yang terus berkembang ini mampu mendorong generasi muda tak sekadar menikmati pertunjukan. tetapi juga turut menjaga dan melestarikan warisan budaya yang berharga., ( Opik - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4918 |
Hits Hari ini |
: | 739 |
Pengunjung Online |
: | 1 |