
Hari kedua Pekalongan Art Festival 2025 di GOR Jetayu, Selasa 18 November, diisi workshop Budaya Olah Sampah oleh Komunitas Sapu Lidi Pekalongan. Kegiatan ini mengajak pengunjung memahami jenis sampah dan cara mengolahnya secara benar untuk mengurangi beban lingkungan.
Ketua Komunitas Sapu Lidi, Dicko Handono menjelaskan, pentingnya memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Melalui penggunaan komposter rumahan hingga komposter skala besar, masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk tanpa perlu membakar. Langkah sederhana ini dinilai mampu menekan produksi sampah hingga 60 persen.
Dicko menuturkan, sampah plastik dapat disalurkan ke Bank Sampah, sementara residu seperti kaca dan limbah berbahaya, harus ditangani pemerintah karena membutuhkan alat khusus. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran baru bagi warga, dalam mengelola sampah sehari-hari.
Dicko menekankan, bahwa langkah kecil ini jika dilakukan terus-menerus dan bersama-sama, mampu mengoptimalkan 90 persen pengolahan sampah di tiap wilayah, sehingga kawasan akan lebih bersih dan bebas bau. Ia juga mengajak generasi muda ikut menjaga alam mulai dari kebiasaan kecil di rumah, karena dampaknya akan diwariskan kepada generasi berikutnya., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 1414 |
Pengunjung Online |
: | 1 |