
Program inovasi unggulan Kota Menawan mendapat sorotan positif, dari Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Joko Wiyono, dalam kegiatan visitasi penilaian IGA 2025 di Ruang Buketan, Kompleks Setda, Sabtu 15 November 2025.
Sebagai unsur pentahelix, BPN menilai konsolidasi tanah yang diterapkan Kota Pekalongan termasuk langkah berani dan kompleks, namun mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Menurut Joko Wiyono, konsolidasi tanah merupakan program dengan tantangan besar karena mengharuskan masyarakat menyerahkan sebagian lahannya untuk kepentingan umum demi penataan kawasan.
Meski demikian, warga Bugisan menunjukkan partisipasi tinggi sehingga Kota Pekalongan berhasil memperoleh 40 bidang aset baru dari hasil konsolidasi. Hasil ini disebut jauh melampaui capaian banyak daerah lain yang menjalankan program serupa.
Joko menjelaskan, keberhasilan program Kota Menawan didukung tiga faktor utama, yakni partisipasi masyarakat yang luar biasa, kepemimpinan daerah yang kuat, serta dukungan anggaran dan fasilitas dari banyak pihak seperti NGO, Baznas, Lazismu, PLN hingga media.
Kombinasi ini memastikan kawasan tidak hanya tertata sertifikatnya, tetapi juga mendapat pembangunan fisik seperti jalan dan drainase, sehingga warga tidak kembali pada kondisi sebelumnya.
Joko menambahkan, kepastian status tanah bagi warga menjadi kunci penerimaan program. Dari 237 bidang, sebanyak 190 bidang telah terbit sebagai hak milik maupun HGB. Kesuksesan Bugisan kini direplikasi di Clumprit dan Degayu, menunjukkan bahwa konsolidasi tanah dapat menjadi solusi berkelanjutan, bagi penataan kawasan kumuh di Kota Pekalongan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4811 |
Hits Hari ini |
: | 8031 |
Pengunjung Online |
: | 1 |