
Di tengah kebiasaan masyarakat yang masih sangat bergantung pada nasi, sebagai sumber karbohidrat utama. Pemerintah Kota Pekalongan kini mendorong perubahan, pola konsumsi menuju pangan yang lebih beragam dan lebih sehat.
Melalui Dinas Pertanian dan Pangan, Pemkot menggiatkan kampanye mengenalkan berbagai pangan lokal, yang sebenarnya kaya karbohidrat , namun selama ini dinilai kurang dimanfaatkan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setempat Lili Sulistyawati mengatakan, gerakan ini bukan hanya soal menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. tetapi membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan daerah tidak boleh bertumpu pada satu komoditas saja.
Lili kepada Radio Kota Batik menjelaskan , masyarakat perlu mengetahui banyak pilihan karbohidrat selain beras putih, seperti ubi, jagung , sorgum, beras singkong, hingga beras merah dan beras organic. Semua komoditas tersebut mengandung gizi, yang baik dan bahkan memiliki kadar gula lebih rendah.
Untuk mendukung perubahan kebiasaan itu, Pemkot menghadirkan beragam produk pangan lokal dengan harga yang lebih terjangkau. sehingga warga bisa mencoba dan membiasakan diri mengonsumsi sumber karbohidrat alternatif.,
Upaya diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas pola makan masyarakat, agar ke depan tidak lagi tergantung pada nasi semata., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4942 |
Hits Hari ini |
: | 3014 |
Pengunjung Online |
: | 1 |