
Upaya membangun penanganan bencana yang lebih adil dan ramah, bagi semua kalangan kini terus diperkuat di Kota Pekalongan. Bukan hanya memperbaiki sistem peringatan dini, atau menambah relawan, tetapi juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat sebagai penggerak.
Langkah penting itu ditandai dengan dibentuknya, Unit Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana atau Unit LIDI PB. Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula BPBD Kota Pekalongan, pada Selasa 18 November.
Sebelumnya pembentukan unit ini, digagas BPBD Kendal, didukung BPBD Jawa Tengah dan PMI Jawa Tengah, serta diikuti berbagai organisasi penyandang disabilitas, relawan, dan perangkat daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto menegaskan, penyandang disabilitas tidak lagi diposisikan sebagai kelompok pasif, yang hanya menunggu bantuan. Mereka harus ikut berada di garis depan, memahami risiko, sekaligus membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Hal senada disampaikan Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Tengah, Adi Widigdo menyebut Unit LIDI PB, akan menjadi jembatan komunikasi penting antara relawan dan komunitas disabilitas, terutama ketika bencana sering menghadirkan hambatan akses dan informasi.
Dukungan juga datang dari komunitas penyandang disabilitas sendiri. Ketua PPDI Kota Pekalongan Mulyadi, menyambut baik pembentukan unit ini, karena menjadi ruang belajar bersama agar penyandang disabilitas lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih sigap menghadapi bencana., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 2208 |
Pengunjung Online |
: | 1 |