
Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Pekalongan, meningkat sepanjang 2025. Jika pada 2024 tercatat 127 kasus, hingga 20 November tahun ini, angkanya naik menjadi 158 kasus. Meski begitu, kabar baiknya angka kematian justru menurun, dari dua kasus pada 2024 menjadi satu kasus pada 2025.
Epidemiolog Dinas Kesehatan setempat, Opik Taufik kepara Radio Kota Batik menjelaskan, kenaikan kasus dipengaruhi kondisi cuaca di musim hujan, yang memicu banyak genangan air, serta faktor lingkungan yang masih kurang bersih.
Selain itu, rendahnya kesadaran menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh, terutama pada anak-anak, turut berkontribusi. Kelompok usia 5–14 tahun menjadi yang paling terdampak, dengan hampir 105 kasus, atau lebih dari 70 persen total kasus tahun ini.
Karena itu, setiap ada kasus positif pada anak, fogging tidak hanya dilakukan di rumah pasien, tetapi juga di sekolah tempat mereka beraktivitas. Langkah ini memastikan pencegahan dilakukan secara menyeluruh, di titik-titik yang berpotensi menjadi sumber penularan., (Opix – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4799 |
Hits Hari ini |
: | 4685 |
Pengunjung Online |
: | 1 |