
Ketersediaan tenaga profesional di bidang pengadaan barang dan jasa, masih menjadi tantangan besar di banyak daerah. Meski pengelolaan pengadaan dituntut semakin transparan dan akuntabel, jumlah sumber daya manusia yang kompeten, di masing-masing UKPBJ ternyata masih jauh dari kebutuhan ideal.
Di tengah kondisi itu, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Fungsional Pengelola Pengadaan Indonesia atau DPW IFPI Jawa Tengah, terus memperkuat peran organisasi profesinya.
Ketua DPW IFPI Jateng, Muhlisin menyebutkan, kualitas SDM menjadi kunci. Karena itu, organisasi ini tidak hanya melakukan pembinaan rutin, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi seluruh anggota.
Saat ini IFPI Jateng memiliki sekitar 500 anggota, Namun angka itu masih belum mampu memenuhi target SDM pengadaan, yang telah ditetapkan bersama LKPP. Hingga kini, belum ada satu pun daerah di Jawa Tengah, yang mencapai pemenuhan tenaga pengadaan seratus persen.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas, IFPI juga memberikan pendampingan karier, termasuk kenaikan pangkat dan pengembangan jenjang jabatan. Tak berhenti di situ, IFPI Jateng menyediakan perlindungan hukum, bagi anggotanya terutama ketika mereka harus berhadapan dengan persoalan hukum terkait dengan proses pengadaan.
Muhlisin memperkirakan jumlah anggota akan terus bertambah, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga pengadaan di seluruh daerah. Harapannya, ketersediaan SDM yang profesional dan berintegritas dapat mendorong pengelolaan pengadaan yang lebih transparan dan terpercaya di Indonesia.. (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4799 |
Hits Hari ini |
: | 882 |
Pengunjung Online |
: | 1 |