
Di Stadion Jenderal Hoegeng, geliat pembinaan sepak bola usia muda di Kota Pekalongan kembali terasa kuat. Mulai 21 hingga 29 November, Asosiasi Kota PSSI bersama Dinparbudpora menggelar Liga Pelajar, sebuah ajang yang kini tak hanya jadi rutinitas tahunan. Tetapi mulai dipandang sebagai barometer kualitas pembinaan sepak bola sekolah-sekolah di kota ini.
Ketua Panitia Liga Pelajar, Johanes Lamintang menyampaikan, tahun ini ada 17 tim dari tingkat SMP dan sederajat yang ambil bagian, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Sementara untuk kategori SMA, pelaksanaan terpaksa ditunda karena kendala izin.
Lebih dari sekadar mencari juara, kompetisi ini diarahkan menjadi ruang pencarian bibit pemain untuk persiapan Pekan Olahraga Pendidikan Daerah serta Piala Soeratin Jawa Tengah.
Johanes Lumintang yang akrab disapa Titang mengatakan, kualitas permainan para peserta menunjukkan perkembangan. Mulai dari bangun serangan dari lini belakang, penguasaan permainan, hingga teknik-teknik dasar terlihat lebih matang dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Titang berharap, Liga Pelajar tak berhenti sebagai event kompetisi semata, tetapi juga memantik semangat sekolah dan para pelatih untuk memperkuat pembinaan jangka panjang. Harapannya, generasi muda sepak bola Kota Pekalongan, semakin siap bersaing di level yang lebih tinggi.,
Sebagai bentuk apresiasi, para juara satu, dua dan tiga akan menerima piala, piagam, serta uang pembinaan. Semua ini diharapkan bisa menjadi dorongan bagi para atlet muda untuk terus berkembang., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 2 |
Total Pengunjung |
: | 4925 |
Hits Hari ini |
: | 4474 |
Pengunjung Online |
: | 2 |